Ogah Neken Berkas Pencairan Proyek, Pengawas Proyek di Dinas PUPR Muarojambi ‘Ditendang’

0

Ditulis Pada

SEKOJA.CO.ID, Muarojambi– Nasib pengawas proyek di Dinas PUPR Muarojambi sangat miris. Hanya gara-gara tidak mau meneken berkas pencairan salah satu proyek yang berada di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bahar Utara, dia harus hengkang dari pekerjaannya dan ditendang dari Dinas PUPR Muarojambi. Kini pengawas proyek tersebut berlabuh di Dinas PMD Muarojambi.

Kepada wartawan, Fitra mengatakan, dirinya disodorkan berkas oleh pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) berinisial B agar menandatangani berkas proyek tersebut. Namun tidak langsung menekennya.
Sebaliknya Fitra meminta laporan harian, mingguan dan bulanan dari proyek tersebut kepada B karena terkait pekerjaannya sebagai pengawas proyek. Namun B tidak mau memberikannya. Merasa ada yang janggal, Fitra akhirnya tidak menggubris berkas proyek tersebut.
“Saya disodorkan berkas oleh PPTK untuk proses pencairan. Karena saya tidak tau dengan berkas itu, maka saya minta laporannya. Tapi B tidak mau memberikannya kepada saya. Karena saya tidak tau, berkas itu tidak saya tanda tangani,” Kata Fitra.
Kembali Fitra mengatakan, dirinya dua kali didatangi PPTK berinisial B untuk menandatangani berkas pencairan proyek tersebut.
“Pertama di bulan Desember dan kedua pada bulan Maret. Saat didatangi di bulan Maret itu, saya langsung jawab, kenapa minta lagi kan sudah cair,” kata Fitra dihadapan B saat itu.
Dia juga menjelaskan, dirinya bersih keras tidak mau menandatangani berkas pencairan proyek tersebut. Sebab tidak dilibatkan dari awal. “Saya ditunjuk jadi pengawas setelah pekerjaan tersebut hampir selesai,” ujarnya.
“Awalnya pengawasnya itu M. Namun M mengundurkan diri karena dia ada pekerjaan lain juga, akhirnya pengawasan proyek diserahkan ke saya. Jadi wajar kalau saya minta laporannya sebelum menandatangani berkas tersebut,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Muarojambi Yultasmi saat dikonfirmasi mengatakan, personel PU terutama untuk seorang pengawas lapangan, mempunyai tanggung jawab mengawasi pekerjaan di lapangan setiap waktu. Secara teknis bertanggung jawab kepada PA/KPA/ PPK dan PPTK terhadap pekerjaan di lapangan.
“Personil PU terutama seorang pengawas juga harus mempunyai komitmen setiap saat bersedia ke lapangan,” kata Yultasmi lagi.
Disamping mengawasi secara teknis pekerjaan di lapangan,  sebelum melaksanakan tugasnya pengawas harus bisa menyusun rencana kerja dan kebutuhan di lapangan. Dia juga harus  membuat laporan harian mingguan dan bulanan mengenai pekerjaan yg diawasinya serta menyampaikannya ke PPK/PPTK. Bukan sebaliknya meminta laporan dari PPK/PPTK.
“Kalau di PUPR ini harus banyak kerja dari pada berkata-kata,” tandasnya.(dar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini