Rawan Konflik, Kasus Dugaan Suap, Peringatan Keras DKPP Hingga Kasus Kongkow Ketua KPU Bungo

0

Ditulis Pada

SEKOJA.CO.ID, Bungo- Belum usai kasus dugaan suap Harun Masiku yang menyeret komisoner KPU RI Wahyu Setiawan ke meja hijau, kini tubuh lembaga komisi pemilihan umum kembali di terpa dengan kasus dugaan suap yang tengah viral di Kabupaten Bungo.

Dimana salah satu komisioner KPU Bungo dengan inisial M diduga telah melakukan aksi jual beli suara dengan salah satu calon legislatif pada pemilihan calon legislatif tahun 2019 lalu dari salah satu caleg Dprd Provinsi Jambi dari salah satu partai besar dengan inisial A.

Dalam postingan Afriansyah, salah satu masyarakat Provinsi Jambi mengatakan bahwasannya sang komisioner berani mengambil uang hingga ratusan juta dengan iming-iming mencarikan suara untuk kemenangan A di Pilleg lalu.

Hingga kini kasus ini masih di selidiki kebenarannya, sejumlah aktivis tanpak menyuarakan hal ini agar di buka secara terang benderang, agar kepercayaan publik terhadap lembaga ini tak berkurang.

Bahkan aparat kepolisian beberapa hari lalu menyatakan akan melakukan klarifikasi juga terhadap kasus ini, Kapolres Bungo Akbp Trisaksono Puspo Aji mengatakan bahwasannya timnya juga sudah mulai memanggil orang-orang yang ada sangkut pautnya dengan kasus ini.

“Ketakutan kita dengan kasus-kasus seperti ini hilangnya kepercayaan publik terhadap KPU, sehingga nanti gampang terjadi gesekan, makanya kita akan berupaya sebisa kami untuk membuka secara benderang kasus ini, agar apa yang ditakutkan tak benar-benar terjadi,” Kata Kapolres.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, lima komisioner Kpu Kabupaten Bungo juga telah mendapatkan teguran keras dari tim Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu Republik Indonesia (DKPP-RI). Muhamad Bisri, Kristian Edi Chandra, Ruslan Minan, Musfal dan Syahrudin di tegur keras karna dianggap tak melakukan perbaikan  Formulir Model DA.1-DPRD Kabupaten/Kota Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan Formulir DB.1-DPRD Kabupaten/Kota Kabupaten Bungo untuk perolehan suara PAN calon nomor urut 1 (As’ad. S.Sos) dan calon nomor urut 2 (Alfian) berdasarkan Formulir Model DAA.1-Plano DPRD Kab/Kota Dusun Tanjung Bungo dan Formulir Model DAA.1-Plano DPRD Kabupaten/Kota Dusun Rantau Tipu. Sehingga caleg Pan atas nama Hendri Novriza mersa dirugikan dan melaporkan kelima komisioner KPU Kabupaten Bungo ini kepada DKPP dengan dugaan pelanggaran kode etik.

Kemudian sebelumnya masyarakat juga dihebohkan dengan berita beredarnya foto-foto ketua KPU Bungo Muhamad Bisri tengah kongkow dengan salah satu tim pemenangan bakal calon bupati yang bakal berlaga di Pilkada 2020 mendatang.

Meskipun mengaku ketemu secara tak sengaja, namun aktivitas seperti ini cukup mendapatkan sorotan dari masyarakat terkait etik penyelenggara pemilu.(frs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini